Layaknya orang yang sedang jatuh cinta, maka bertemu dengannya pasti menjadi saat yang paling diinginkan, sayangnya setiap kali kami bertemu, tidak ada satu katapun yang bisa saya ucapkan, meskipun hanya sekedar menyapa. Saya hanya bisa menatapnya sampai akhirnya Dia berlalu dari pandangan saya.
Walaupun cinta itu tidak sampai membuat saya lupa diri, tetapi disaat-saat tertentu bayangannya pasti datang didalam pikiran saya. Memikirkannya membuat suasana hati jadi bahagia. Betah rasanya berlama-lama membayangkan sosoknya. Kadang tidak sadar jadi senyum-senyum sendiri.
Jika lama tidak bertemu, hati menjadi rindu.Kemungkinan bertemu hanya bisa terjadi dua kali setiap hari. Jika dalam satu hari saya tidak bertemu maka artinya saya harus menunggu besoknya.
Jatuh cinta padanya terjadi sekitar 7 tahun yang lalu dan sampai sekarang saya masih menyukainya. Ketika melintas didepan rumahnya, terpasang bendera hijau pertanda ada anggota keluarga yang punya rumah telah meninggal dunia. Ternyata Ibunya meninggal dunia. Khabarnya Sang Ibu meninggal bersama salah seorang anaknya, yang merupakan saudara kembar dari orang yang saya cintai ini.
Setelah kejadian itu setiap kali berangkat dan pulang dari kantor, saya selalu melihatnya duduk didepan rumah. Terlihat cantik dengan topi dan kaos kaki lucu yang dipakainya dan bahagia didalam gendongan Ayah atau neneknya.
Sejak itu cinta hadir dihati saya, setiap hari saya melihatnya tumbuh semakin besar. Saat mulai belajar berjalan atau bermain sepeda roda tiga dihalaman rumahnya.
Waktu itu saya hanya memiliki Ayah dan Ega, melihat anak perempuan yang lucu seperti Dia membuat saya semakin jatuh cinta. Apalagi mengetahui bahwa Dia sudah kehilangan Ibu, terkadang rasa sedih dan iba membayangkan Dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Tadi pagi saya kembali berjumpa dengannya, mungkin sekarang sudah kelas dua SD. Dia sedang bermain sepeda dipinggir jalan, memakai celana pendek dan berkaos warna pink, rambutnya terlihat kusut dengan wajah berkeringat, senyumnya lebar, terlihat gembira bermain dengan seorang temannya.
Saya sangat berharap, sekali saja bisa memeluknya dan mengelus pipinya yang gemuk bulat menggemaskan, tapi apalah daya, namanya saja saya tidak tahu.
Dan entah apa jadinya jika perasaan ini saya ceritakan kepada Si Adek, karena saya sudah berjanji hanya Adek yang saya sayangi se-Indonesia dan sedunia.
Memang cinta tidak selamanya harus memiliki, memandang wajahnya dan melihat dia dalam keadaan baik, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri buat saya.
Read More..


