Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 26 Maret 2009

Award dari Jeng Sri

Rabu, 25 Maret 2009 ini adalah hari istimewa untuk saya dan suami, karena bertepatan dengan hari ultah pernikahan kami. Dan ternyata semakin istimewa karena Beranda Hati mendapat hadiah, sebuah award lagi dari sahabat saya, Jeng Sri, dia adalah Seorang Pengelana, yang sedang mencari arti. Terima kasih Jeng


Award nya ini :


membahagiakan....dan sekaligus mengingatkan saya, begitu banyak Sahabat Beranda Hati yang selama ini juga menjadi sumber inspirasi bagi saya. Tentunya juga punya hak untuk menerima award yang indah ini.

Dan dengan dengan tulus, award ini akan saya persembahkan untuk Sahabat Beranda Hati yaitu

Adree The Last Spirit
Agung Mojosari
Ardianzzz

Bang Deden
Beni's Blog

Beranda Nyurian
Blog IT
Cantigi

Diary Mentari
Diedien

Fauzy's Area
Gerrilya

Hanya Info
Kanak Tenggarong

Komuter Jakarta Raya

Kurang Kerjaan

Manusia Biasa

Seleraku
Yoga, searcher of light
YoyoPE Blog

Mereka adalah sahabat Beranda Hati, ada yang selalu hadir berkunjung, ada pula diantaranya datang sekali, kemudian pergi, namun jejak mereka selalu ada. Dan mereka akan selalu menjadi sumber inspirasi.

Mungkin tidak semuanya bisa menerima dan memajang award di blognya, saya sangat menghargai itu, namun setidaknya award ini akan menjadi tanda hati dan penghargaan tinggi buat mereka semua dari saya. Read More..

Rabu, 18 Maret 2009

Rekruitmen Ecek-Ecek

Pada posting sebelumnya Memaksimalkan Kompetensi Diri, ada sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Ito Kurniawan , Nyante Aza Lae, spesialis kebijakan publik. Yaitu tentang Rekruitmen Ecek-Ecek dan Kompetensi. Untuk menjawab pertanyaan Ito, saya mesti tunda sampai punya waktu panjang, masalahnya pertanyaannya ngetes hehehe..

Karena jawaban yang saya buat terlalu panjang, saya putuskan untuk memasukkannya menjadi posting terbaru. Siapa tahu banyak sahabat-sahabat Beranda Hati yang punya pendapat dan jawaban lain, sehingga bisa di share disini.

Sebelum dijawab, saya harus mengartikan maksud dari rekruitmen ecek-ecek (REE)

Rekruitmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan

Ecek-ecek adalah....(hhhhmm ga jelas nih)

Tapi kalau saya artikan, apa yang Ito maksudkan dengan rekruitmen ecek-ecek adalah rekruitmen yang asal-asalan, atau rekruitmen yang tidak sesuai dengan aturan, tatanan atau metode yang biasa dilakukan dalam proses staffing.

Kita pasti pernah mendengar Rekruitmen Berbasis Kompetensi yang bertujuan agar proses rekruitmen bisa menghasilkan atau mendapatkan SDM yang memenuhi persyaratan baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara profesional.

REE yang dimaksud Ito jika saya artikan lebih spesifik lagi adalah rekruitmen yang diwarnai dengan kolusi, korupsi dan nepotisme.

Dalam sebuah perusahaan atau organisasi atau dinas/instansi Pemerintah “selalu” ada karyawan atau pegawai yang melalui proses ecek-ecek, kita tidak bisa munafik mengatakan itu tidak ada.

Jika ini terjadi maka tentu saja akan berdampak negatif pada perusahaan dan organisasi, seperti tidak terpenuhinya kriteria SDM yang diharapkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Menjawab pertanyaan Ito, jika rekruitmennya ecek-ecek apakah bisa mempunyai karyawan yang memiliki kompetensi sebagaimana dibahas pada posting sebelumnya.

Sebelum saya jawab, sebaiknya kita lihat dulu definisi dari Kompetensi. Menurut Spencer and Spencer,1993, kompetensi adalah an underlying characteristic’s of an individual which is causally related to criterion referenced effective and or superior performance in a job or situasion. Atau karakteristik dasar yang dimiliki seseorang yang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya.

Kembali lagi ke pertanyaan Ito, maka saya akan jawab dengan optimist, masih bisa.

Saya yakin setiap manusia punya kelebihan dan keistimewaan masing-masing. Tugas seorang pemimpin untuk memberikan motivasi dan menciptakan kondisi yang menumbuhkan semangat untuk memperbaiki kompetensi pada karyawan dan didukung oleh peran Departemen SDM; Personalia; Kepegawaian; HRD.

Untuk karyawan yang dengan kondisi khusus (sehubungan pertanyaan Ito), Kompetensi bisa dibentuk setelah dia menjadi karyawan, ini adalah konsekuensi yang harus diambil manajemen dalam memperkecil resiko dari REE.

Semestinya sebuah kompetensi menjadi penilaian yang bersifat terbuka dan diterima oleh semua pihak. Untuk karyawan hal ini akan bermanfaat terhadap penerimaan penempatan, potensi pengembangan karier dan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan.

Untuk pihak manajemen, penilaian kompetensi SDM akan menjadi acuan dalam penempatan karyawan dan penyusunan program diklat yang lebih fokus dan effektif sesuai kesenjangan kompetensi yang terjadi.

Jika hal-hal tadi sudah dilakukan (untuk menolong manajemen dan karyawan hasil REE) ternyata tidak mampu meningkatkan kompetensi karyawan tersebut maka berlakulah proses seleksi alam, yang terbaik akan bertahan dan yang buruk akan tersingkir dengan sendirinya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan dengan segala keterbatasan saya, semoga nanti ada tambahan dari sahabat-sahabat yang lain.

Boleh ya mengakhiri tulisan ini dengan kalimat khas Nyante Aza Lae ..... “tiada gading yang tak retak”

Read More..

Senin, 09 Maret 2009

Memaksimalkan Kompetensi Diri

Suatu hari seorang gadis teman sekantor yang baru saja menerima SK pindah bagian tugas, datang menemui saya, sekedar berbincang mengenai tugasnya yang baru, diantara pembicaraan kami ada pertanyaan yang diajukannya yaitu bagaimana agar dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa berperan serta memberikan kontribusi maksimal pada tugas baru tersebut.

Pertanyaan ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak orang, apalagi ditengah kerasnya tantangan pada era globalisasi. Tentu diperlukan strategi bekerja yang baik dan terarah. Pada posting kali ini saya ingin mencoba menjawab pertanyaan tersebut, berdasarkan sebuah artikel dari Anugerah Pekerti,Ph.D – Pusat Pembelajaran Mandiri Sapien.

Dari beberapa kunci keunggulan yang bisa membantu dalam kesuksesan bekerja salah satunya adalah kompetensi diri. Secara mendasar pada setiap manusia mempunyai kelebihan dan keistimewaan sendiri yang bisa menjadi modal sebuah kompetensi diri.

5 jenis kompetensi diri

1. Kompetensi Teknikal
2. Kompetensi Sosial
3. Kompetensi Konseptual
4. Kompetensi Etika
5. Kompetensi Pembelajaran

Jika posisi yang sedang dijalanai sekarang berada pada tingkat pelaksana/staf maka kompetensi diri yang harus dimiliki adalah Kompentesi Teknis dan Kompetensi Sosial

Kompetensi Teknikal adalah kompetensi untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan rancang bangun.

Artinya seorang pelaksana harus mampu mengerjakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku atau desain kerja yang sudah dibakukan atau biasa disebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Misalnya pada sebuah bank, seorang Customers Service harus mengikuti prosedur standar ketika menghadapi seorang nasabah, mulai dari cara menyapa, menanyakan permasalahan dan tingkat kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan. Dengan kompetensi teknikal yang terlatih maka seorang pelaksana akan memiliki performa yang sangat baik.

Kompetensi kedua yang harus dimiliki oleh seorang pelaksana adalah Kompetensi Sosial. Kompetensi ini berkaitan dengan kecerdasan emosional (emotional intellegent) Kompetensi sosial meliputi kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Seperti : bagaimana mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, memberi respon kepada orang lain. Secara khusus kemampuan ini sangat diperlukan pada bagian marketing, bagaimana menjelaskan keunggulan produk yang ditawarkan dengan sikap yang ramah, jelas dan informatif.

Kemampuan bekerjasama sangat diperlukan terutama jika bekerja pada sebuah tim atau kelompok. Kerjasama dan kekompakan dalam sebuah tim akan menentukan kinerja dan performa tim.

Kompetensi Sosial ini akan menjadi kunci untuk menjalin hubungan dengan atasan, rekan kerja, bawahan, kolega dan semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kompetensi yang ketiga adalah Kompetensi Konseptual. Kompetensi ini tambahan yang wajib dimiliki oleh seseorang yang telah berada pada tingkat manajerial.

Kompetensi Konseptual adalah kemampuan yang berhubungan dengan perencanaan, pengumpulan informasi/data, pengolahan informasi/data, pemecahan masalah dan terakhir adalah pengambilan keputusan.

Selanjutnya adalah Kompetensi Etikal yaitu kompetensi yang berhubungan dengan nilai-nilai moral dan etika, seperti kejujuran, kesopanan, dan sikap budi pekerti yang luhur. Didalam Ilmu Ekonomi hal ini dibahas secara khusus dalam pelajaran Etika Bisnis.

Kompetensi yang terakhir adalah Kompetensi Pembelajaran. Kompetensi ini adalah kunci yang harus dimiliki untuk memaksimalkan kompetensi diri. Seseorang yang tidak mau belajar maka jangan heran para bawahan dan orang-orang yang dulunya berada jauh dibawah akan melesat mendahuluinya.

Proses belajar tidak hanya didapat secara formal dan berguru kepada orang lain. Proses belajar bisa dilakukan secara mandiri dan bersifat informal, belajar semestinya menjadi kebutuhan pribadi.

Belajar bisa dilakukan dengan cara membaca buku terkait dengan bidang anda, mencari informasi di internet, atau mengikuti, seminar, pelatihan, kursus agar wawasan bertambah.

Wahana pembelajaran lainnnya adalah pendidikan formal dan pengalaman dilapangan saat melakukan pekerjaan.

Sebagai manusia terkadang kita tidak mengetahui apa kekurangan kita dan sampai dimana tingkat kompetensi kita, untuk itu bersikaplah terbuka, jika tidak maka kita akan terkepung didalam diri kita, tidak mengakui kekurangan dan merasa lebih hebat dari kenyataan yang ada.

Dengan bersikap terbuka maka kita akan selalu mengintrospeksi diri sendiri dan melakukan evaluasi untuk kemudian memperbaiki diri.

Terakhir dari saya : Untuk mencapai kesuksesan maka diperlukan continuous inprovement
dengan mengembangkan kompetensi : knowledge, skill dan attitude. Sehingga terbentuk sikap mental yang disiplin, kreatif, jujur, penuh integritas dengan emosi dan spiritual yang cerdas.



Read More..

Senin, 02 Maret 2009

Unholy Confessions

"I'll try," she said as he walked away.
"Try not to lose you."
Two vibrant hearts could change.
Nothing tears the being more than deception,
unmasked fear.
"I'll be here waiting" tested and secure.

Nothing hurts my world,
just affects the ones around me
When sin's deep in my blood,
you'll be the one to fall.

"I wish I could be the one,
the one who won't care at all
But being the one on the stand,
I know the way to go, no one's guiding me.
When time soaked with blood turns its back,
I know it's hard to fall.
Confined in me was your heart
I know it's hurting you, but it's killing me."

Nothing will last in this life,
our time is spent constructing,
now you're perfecting a world... meant to sin.
Constrict your hands around me,
squeeze till I cannot breathe,
this air tastes dead inside me,
contribute to our plague.
Break all your promises,
tear down this steadfast wall,
restraints are useless here,
tasting salvation's near.


By : Avenged Sevenfold


Cobalah...
bermain dibelakangku

Bara dendamku masih ada
Apinya siap menyala kapan saja
Membakar semua kebusukan yang kau sebarkan

Cobalah...
Berdusta dibelakangku

Pedang kebencianku akan siap terhunus
Dan menebas semua asa yang kau punya



Read More..