Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 12 Mei 2009

Sampaikan Walau Satu Ayat

Pukul 14.00 wita, jam istirahat kantor baru saja usai. Sebuah pesan masuk ke ponsel saya. Ternyata dari Mas Noto Si Manusia Biasa yang menanyakan ada dimana saya saat itu.

Tiga minggu tidak masuk kerja memang membuat saya rindu dengan tugas, termasuk juga rindu teman-teman kantor. Pesan pendeknya saya jawab, saya ada diruang kerja.

Tidak sampai sepuluh menit Si Manusia Biasa sudah mengetuk pintu. Masuk sebentar dan berdiri didepan saya, kemudian berkata "....sebentar Kak, mau kedapur dulu...bikin kopi"

Tidak biasanya melayani diri sendiri, biasanya sebelum datang sudah pesan kopi duluan, lengkap dengan mi instan hangat.

Tidak lama dia masuk lagi dan duduk di kursi didepan meja. Membakar rokok dan memakai piring alas gelas saya sebagai asbaknya. Duuh..sahabat saya yang satu ini memang punya hak istimewa, karena tidak bakal kena marah saya, ujung-ujungnya jendela disebelah meja harus saya buka agar asap rokoknya keluar dari ruangan.

Sejenak kami bicara tentang pekerjaan, kemudian beralih ke blog. "Saya lagi malas posting Mas" kata saya, dijawabnya "... sama". Tapi beberapa hari yang lalu saya sempat meninggalkan komentar di websitenya, sebuah posting menarik menurut saya, seputar doa dan rezeki dengan judul "Anda Pernah Meminta?"

Selanjutnya pembicaraan kami jadi membahas materi posting, diskusi offline ternyata juga menarik. Sambil menemaninya menghabiskan secangkir kopi dan sebatang rokoknya, saya pikir sebuah halaqah tidak mesti dibuat dengan pembicaraan religius secara mendalam. Ringan tetapi menyentuh dasar batin. Bukankah ini juga menjadi sebuah zikir? Kemudian menyimpulkannya menjadi sebuah kesepakatan bahwa hasil dari sebuah usaha dan doa, tidak terlepas dari ijin-Nya.

"Saya kurang sependapat dengan kata-kata Kak Lina dulu, tentang posting berthema religi, kenapa mesti takut? katanya.

Saya memang pernah mengatakan hal tersebut, karena merasa tidak mampu, apalagi ilmu saya tentang agama sangat terbatas, biarkan orang-orang yang mampu dan mengerti yang melakukanya. Tetapi bukan berarti, itu berlaku untuk orang lain, bukankah sebuah tulisan adalah hasil dari sebuah pemikiran, walau sesederhana apapun. Apalagi jika buah pikiran tersebut sangat bermanfaat bagi orang lain. Sebuah ilmu pengetahuan dan pelajaran tentang hikmah kehidupan bisa jadi didapatkan dari manapun.

" Sampaikan walau satu ayat" lanjutnya. Saya jawab dengan senyum setuju. Dan membahas sebuah konsep spiritual tidak semata-mata dari pembahasan rangkaian ayat. Tetapi bisa dalam bentuk apapun. Didalam sebuah blog maka tata bahasa adalah sebuah wahana dan kata-kata adalah media, lebih dari semua itu hikmah dan intisarinyalah yang menjadi tujuan akhirnya.

Memberi manfaat bagi orang lain, itulah yang terpenting, meskipun sekecil apapun. Jika belajar dari kepergian seorang sahabat kita Sassie Kirana, alangkah indahnya jika suatu ketika ajal menjelang, maka apa yang kita tulis pada blog, akan menjadi catatan yang akan selalu bermanfaat bagi siapapun, meskipun saat itu kita tidak pernah bisa menulis lagi. Semoga.

36 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Balliguanni Waloua'yatan,.... nice post bunda,.... sebuah pencerahan di pagi hari.

noto mengatakan...

Alhamdulillah,...
Kali ini saya akan memberikan komentar yang bener2 berbobot. (emang komentar yg dulu gak berbobot?). Dari tulisan Kak Linong di atas ada beberapa yang ingin saya komentari :

1. Kalau diluaran sana ada blogger yang memberikan review kepada blog saya, maka saya tak segan mengeluarkan uang $5 untuk si penulis review tersebut. Karena ini yang nulis review Kakak saya sendiri, maka akan saya ganti 5 cangkir kopi dan 5 piring mie instan.

2. Dari penyusunan bahasa dan pemilihan kata sungguh membuat saya ngiri. "Kapan saya bisa nulis secantik postingan di atas?"

3. Kayaknya Kak Linong udah mulai berani nulis yang berkaitan tentang religi. "Siapa takut?"

4. Sebenernya kalau kita nulis tentang religi (berda'wah), pada hakekatnya itu untuk diri kita sendiri. Ambil contoh kalau saya lagi Adzan, maka tidak mungkin saya tidak ikut sholat berjamaah. Adzan kan termasuk berda'wah.

Kalau ada kebenaran datangnya hanya dari Allah SWT, dan jika ada kesalahan datangnya dari diri saya sendiri.

Wassalam...

Agung Mojosari mengatakan...

Alhamdulillah... saya menemukan pencerahan :)
makasih ya bund... :)

hmcahyo mengatakan...

wah....lamagagak kesini :)

salam aja dari malang :)

boykesn mengatakan...

benar...bu...ilmu bisa didapat dimanapun, dan dalam bentuk apapun...

Bunda Lina mengatakan...

Pak Seti@wan Dirgant@ra|
Begitulah kira-kira Pak Iwan...terima kasih telah berkunjung :)


Noto|
Allhamdulillah, ini tha komentar berbobot *saya baru tahu mas... ;))
.
Kalau orang diluar sana ternyata diberi $5 untuk sebuah review maka saya malah baru tahu kalo yang saya lakukan adalah sebuah review :)) makanya wajar aja kalau diganti dengan 5 cangkir kopi dan 5 piring mie instan. Trus kapan realisasinya??
.
Postingan cantik??? wedew jangan gitu Mas...ntar ada yang GR :)
.
Ini belum termasuk posting berthema religi...ini sebuah review hehehe
.
Saya setuju, sebagian besar tujuannya adalah untuk mengingatkan diri sendiri
.
Thanks Mas....

Agung Mojosari|
Allhamdulillah...klo gitu semangat untuk menulisnya sudah kembali khan??
saya tunggu posting terbarunya yaaa.... :)
(ga apa-apa kalo salah kirim sms Mas....apalagi kalo salah kirim uang...saya tambah senang koq hehehe....)

hmcahyo|
senang kalau Pak Ketua bisa berkunjung :)
blogwalking di paruh ketiga malam?? habis qiamula'il ya Pak??
salam juga dari Tenggarong, Kutai Kartanegara

Boyke Satria Negara|
Iya Mas Boyke..pemahamannya menjadi lebih luas dan bisa diterima semua pihak
(walaupun saya bukan termasuk aliran pluralis, tetapi niatnya agar bisa menjadi rahmatan lil'alamin) Terima kasih yaa... :)

rozy mengatakan...

kalau pendapat saya pribadi bun begini :
ilmu kalau disimpan biasanya sering lupa, tapi kalau kita tulis dan kita sampaikan jadi bisa melatih day ingat kita sehingga tidak lupa, dan jika lupa kita bisa membaca kembali tulisan tersebut di blog

kemudian manfaat lainya sebagai ladang amal bagi bunda sendiri :)

Bunda Lina mengatakan...

Pak Rozy|
Allhamdulillah, terima kasih atas masukannya
sangat menyejukkan hati
.
Insya Allah, dikesempatan yang akan datang, akan saya lakukan, Bapak benar sekali, ilmu yang dibagi dan disampaikan kepada orang lain, hakekatnya tidak akan berkurang, justru semakin bertambah
.
Saya masih harus banyak belajar, terutama dengan orang seperti pak rozy :)
.
terima kasih

zam.web.id mengatakan...

semoga istiqomah

Pak De'a mengatakan...

Membahas sebuah konsep ilmu pengetahuan tidak semata-mata dari pembahasan tentang isi melulu!
Dimanapun dan kapanpun ilmu itu tetap ada, tergantung dari kita yang mampu tidaknya untuk menterjemahkan (pesan pendek) dari maksud tulisan dari siapapun..!??

Sedangkan saya sendiri, sangat menikmati keindahan dari pesan dan tulisan ini.. Trim's buangaet!!

gerrilya mengatakan...

jadi malu...
tulisan saya jarang yang bermanfaat nih... :((

Bunda Lina mengatakan...

zam.web.id|
amiin..insya Allah Pak
terima kasih sudah berkunjung ya :)

Pak De'a|
Benar sekali Pak...tergantung kita yang membaca
begitu juga disetiap kejadian, pasti ada hikmahnya
trims kembali :)

gerrilya
Duuuh jangan gitu Mas..
khan udah dijelaskan oelh Pak De'a
.... tidak semata-mata dari pembahasan tentang isi melulu
tapi tergantung pembacanya
setiap posting di blog gerrilya selalu oke koq?
contohnya...tentang jalan-jalan di jogja, trus ttg kondisi busway sekarang, trus ttg caleg, terakhir ttg serba serbi bolong...
trus...nah lo terus..terus...emang tukang parkir...
btw...I love the way you wrote :)

JengSri mengatakan...

Bunda welcomeback ya, saya baru bisa ngeblog lagi setelah beberapa hari pensiun :). Miss you bunda...

Bunda Lina mengatakan...

Jeng Sri
Saya udah baca dibeberapa blog sahabat, semua cerita ttg pensiunnya Jeng Sri. Saya tenang aja
Saya tahu Jeng Sri bukan orang yang mudah menyerah
Jeng Sri bukanlah Jeng Sri kalau sampai memilihi pensiun..
Ever on ward never retreat!!
Miss u too honey :)

cak narto mengatakan...

Setuju banget. Ilmu itu bisa didapat dimanapun..

JengSri mengatakan...

Bunda makasih banyak yang tak terhingga buat siraman ruhaninya, Makin enak ajah sama bunda share setelah balik dari Umroh. Saya kapan yah.....:)

Ari mengatakan...

Enteng ringan, sampaikan walau 1 ayat. Tapi berat nian penjabaranya.
Kalau hanya secara lisan sih gampang, tapi kalau mau betul-betul harus lisan, batin dan laku atau tindakan. Ini yang berat.
Semoga kita masuk diantara yang saya sebut diatas.
Amin.

Bunda Lina mengatakan...

Cak Narto|
Setuju juga Cak.. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang pandai mencari hikmah baik dari setiap kejadian
Terima kasih telah berkunjung :)

Jeng Sri|
Duuuh saya jadi malu Jeng, biasa aja koq, malah belum ada apa-apanya saya ini. Ingatkan saya klo ada yang salah yaa.. sama-sama masih belajar Jeng
.
Klo Jeng Sri, saya yakin pasti mampu berangkat umroh, keliling Indonesia aja bisa koq hehe.. kalau memang udah ada niat, jangan ditunda lagi. Saya doakan semoga dipermudah dan ringan langkah sehingga bisa kesana secepatnya ya Jeng.. Insya Allah, lebih indah dari seluruh perjalanan dibagian dunia yang lain..dan pasti ingin kembali terus kesana :)
oh iyaa..disana juga ada koq cah kangkung hehehe..

Ari|
betul Mas Ari, batin, lisan dan laku
semoga kita bisa melaksanakannya
mari saling mengingatkan ya Mas
agar kita tidak menjadi orang-orang yang rugi
terima kasih telah berkunjung :)

Didien mengatakan...

bunda pakabar...???? lama g mampir kesini, krn mmg waktunya tersita oleh kerjaan di kantor...
Mudah² setiap postingan kita di blog bermanfaat bagi kita semua ya bun...

[assalamu'alaikum] ^_^

Bunda Lina mengatakan...

Mas Didien|
Khabar saya baik Mas
Biar sibuk..jangan lupa jaga kesehatan :)
klo dah sakit ..biayanya jadi lebih mahal dari pada biaya menjaga kesehatan

take care :)

ferdivolutions mengatakan...

bener mbak... dgn nyampein satu ayat aja, pahala balasannya buat kita...

aku ferdi neh ngomong2...
lam kenal mbak...
nice blog neh...

ps : boleh kok maen2 k blog aku. hihihihi (ngarep mode : on)

genial mengatakan...

hi bun, pa kabar nii??? makasih kedatangannya iia..
hmm... tema religi? apa yg mesti di takutin?!!?!?
makin manteps nii bun blognya... rame lancar padat merayap :)

suksess!!!

Anak tenggaRong nge-blog mengatakan...

ya gimana lagi bun....
memang hidup ini kan harus saling mengingatkan dan saling menjaga satu sama lain...
hehehe(mode sotoy : ON)

Bunda Lina mengatakan...

Ferdivolutions|
bener Mas Ferdi.. kalo niatnya tulus, insya Allah dapat pahala :)
.
Salam kenal juga mas..
Saya Lina :)
makasih dah datang ya

Genial|
Khabar baik Mas..ya deeh ga takut lagi hehehe
eniwey design yang terakhir..mantap tuh
rame lancar padat merayap hehehe

Anak Tenggarong|
ya iya lah Di
gimana pelajarannya?lancar khan?
salam buat si Mbah yaa

suwung mengatakan...

duh yang kuajarkan hanya ngelmu soewoeng

BRI net mengatakan...

sangat bagus artikelnya

Bunda Lina mengatakan...

Suwung|
jo ngono Mas... makin merunduk makin berisi :)
dari seorang Thalisa Kecil di ceritalisha.blogspot.com saja banyak kita temukan ilmu tentang kehidupan, apalagi di soewoeng.com
beeghh...keren, mantap dan indah dengan gaya sendiri
sering berkunjung ya Pak...sebuah kehormatan buat saya :)

BRI net|
makasih pujiannya hehehe
waah senengnya didatangi ama Guru dan Murid sekaligus :)

Anazkia mengatakan...

Salam kenal Bunda. Baru pulang Umroh...??? doakan saya bisa menyusul jejak-jejak langkah kecil Bunda ke tanah suci. Allahumma amin...

Bunda Lina mengatakan...

Anazkia|
Insya Allah doa dan harapan Mbak Ana terkabul :)
Terimakasih sudah berkunjung

Odie mengatakan...

1 hal yang ane kagumi, posting bunda selalu berisi...
trims bacaannya, cukup membuat tenang dipagi hari, tenang bahwa bunda masih ngeBlog!!!
horeeee....
"makin rame ih blognya, hebaattt...

Bunda Lina mengatakan...

terima kasih anakku
lama gak kesini
sibuk urusin proyek yaa?
sukses selalu pokoknya
:)

Hudfi Duko mengatakan...

Alur sebuah cerita pendek tentang realitas kehidupan yang di uraikan dalam bentuk bahasa yang sangat sempurna mulai formasi kata, prosa, susunan kalimatnya, sastranya... smua sngat luar biasa sempurna sekali... " SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT " Sebuah topik ringan tapi memiliki pesan moral dan petuah-petuah yang memiliki makna mendalam, nasehat yang bijak, setelah membaca posting ini saya meraskan ada setetes air air sejuk yang membasahi kerongkongan yang sedang kehausan, ada sebuah lentera didlm lorong yg gelap. thank,s for u ka linong, udh ngasih pencerahan gratis lewat postingnya, smoga Allah SWT slalu merahmatimu. Aminnnn...

Puspita Wulandari mengatakan...

Salam kenal buat ibu yang luar biasa.

Benar Bunda tulisan di blog bisa buat warisan. Namun sayang saya belum bisa menulis sehebat Bunda, belajar ah!. Terima kasih ilmunya.

Didien® mengatakan...

Assalamu'alaikum bunda...apa kabarnya..?? deuhhhh..juq blm apdet yah..?? bunda terlalu sibuk?? jangan lupa kesehatannya ya bunda.. ^_^

Bunda Lina mengatakan...

Hudfi Duko|
Waah..jangan berlebihan Pak Duko
gimana khabarnya Pasukan Baret Merah dari Humas Academy?? masih bersemangat khan??
bekerja karena ibadah, betul khan Pak?
senyum pelanggan kepuasan kita
kepuasan pelanggan senyum kita
Jangan menyerah walaupun ada banyak tantangan
Saya rindu masa masa kita dulu di TU & Humas
Terima kasih doanya..semoga Allah melancarkan pekerjaan kita :)

Puspita Wulandari|
Salam Kenal juga Bu Guru
dulu pernah saya bercita-cita menjadi guru
tapi tidak kesampaian :)
Saya malu dipuji terus..saya masih belajar Bu
tolong dibantu yaa

Didien|
Wa'alaikumsalam Mas Didien
Gimana khabarnya? ;)) belum di apdet Mas
ga terlalu sibuk koq
tapi blog jadi harus ngalah nih
take care of u too :)

wydpress mengatakan...

lembut banget pilihan kata2nya mbak... menyentuh saya... meski saya rada pengecut melibatkan agama dalam penulisan saya. masih harus belajar amat sangat banyak biar berani nulis soal itu

Poskan Komentar