Tujuh belas bulan sudah usia Beranda Hati, sudah ada 111 posting yang telah saya tuliskan. Sekarang Beranda Hati berada pada fase ke dua dalam keberadaannya.
Dulu sebelum memiliki sebuah blog, saya mempunyai sebuah direktori khusus , yang saya beri nama Beranda Hati, isinya adalah catatan yang saya buat tentang semua hal yang ada didalam pikiran saya, direktori ini hanya saya yang boleh membacanya, karena telah saya beri password untuk bisa membuka file-filenya. Ini adalah fase pertama Beranda Hati.
Kemudian pada bulan Mei 2008 Beranda Hati memasuki fase yang kedua, saya membuat blog dengan nama Beranda Hati dengan menggunakan blogspot, yang selama tujuh belas bulan menjadi tempat menuliskan apa yang ada didalam otak saya. Ngeblog semata-mata hanya untuk menulis.
Tidak pernah terbayang dengan ngeblog, saya bisa mempunyai banyak sahabat yang menyenangkan, sahabat yang menjadi tempat berbagi ilmu dan pengalaman. Bahkan saya tidak pernah tahu apa itu teknik SEO, PageRank, trafiic Alexa dan sempat terkagum-kagum ketika tahu bahwa dari ngeblog bisa mendapatkan tambahan penghasilan.
Sekarang Beranda Hati memasuki fase ketiga, untuk itu saya harus pindah ke Beranda Hati yang baru. Layaknya orang yang pindah rumah membawa barang-barang dari rumah yang lama, maka posting yang ada di Beranda Hati juga ikut saya bawa.
Kepada sahabat-sahabat hati, yang dengan tulus mau berkunjung ke sini, saya mengucapkan terima kasih. Nanti ketemu lagi di Beranda Hati yang baru ya, saya tunggu.
Read More..
Minggu, 25 Oktober 2009
Senin, 19 Oktober 2009
Ibuku Perpustakaan Pertamaku
Ketika lewat didepan gedung Badan Perpustakaan Kaltim di Jalan Ir.H. Juanda Samarinda, saya melihat sebuah papan reklame yang bertuliskan kalimat “Ibuku, Perpusatakaan Pertamaku. Pada Iklan layanan masyarakat ini juga ada gambar seorang selebiriti Indonesia, Tantowi Yahya, yang merupakan Duta Baca Indonesia.
Iklan ini merupakan sebagian upaya dari kampanye yang di lakukan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk memberdayakan peran orang tua dan lingkungan rumah dalam mendorong minat baca anak sedini mungkin.
Sebagai seorang Ibu, jujur saya sempat merasa ge-er, kenapa yang dipilih adalah Ibu, bukan Ayah. Khan bisa saja dipakai kalimat Ayahku Perpustakaan Pertamaku. Dipilihnya Ibu sebagai thema kampanye tadi, pastinya dikarenakan peran seorang ibu yang punya porsi lebih besar dalam kehidupan anak. Sejak masih didalam rahim hingga lahir dan seorang anak tumbuh menjadi remaja dan akhirnya dewasa.
Setelah berpikir lebih lama, rasa ge-er hilang, menjadi sebuah ”perpustakaan pertama” untuk anak, adalah tugas menyenangkan dan sekaligus berat yang menuntut tanggung jawab. Apalagi jika saya ingin diri saya ini menjadi sebuah perpustakaan yang menyediakan banyak buku yang menarik, yang bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan, mampu menjawab semua pertanyaan dan menjadi tempat yang paling disukai anak-anak saya.
Membayangkan ibu sebagai perpustakaan pertama, saya ingat ibu saya, perempuan tangguh tetapi lembut hati yang sampai saat ini masih aktif mengajar di sebuah Sekolah Dasar, beliau memang benar-benar telah menjadi perpustakaan pertama bagi saya. Berhubungan dengan kesenangan membaca, maka beliau menjadi contoh, beliau membacakan buku cerita sebelum kami tidur, waktu-waktu luang Beliau selalu dipergunakan untuk membaca, beliau juga menjadi guru mengaji pertama bagi saya dan dulu Beliau menjadi tempat pertama untuk saya bertanya tentang sesuatu
Saya ingat ketika masih kelas 3 SD, saya membaca sebuah buku bergambar tentang Surga dan Neraka. Sepertinya jiwa kanak-kanak saya agak terguncang dengan penjelasan yang ada didalam buku itu, bingung, takut dan sulit memahami. Waktu itu Ibu saya yang menjelaskan dengan baik semua pertanyaan saya tentang Surga dan Neraka
Sekarang ketika saya menjadi seorang ibu dengan dua orang putra berusia 15 tahun dan 5 tahun, sepertinya tantangannya menjadi lebih besar, selain menumbuhkan minat baca mereka, tersedianya media baca yang beragam juga menjadi tantangan, membaca tidak hanya bisa dilakukan dari buku, majalah, koran dan media cetak lainnya, tetapi anak-anak bisa langsung membaca dari media yang lain, seperti internet. Diperlukan perhatian lebih dalam mengawasi dan mengarahkan agar informasi dan semua hal yang dibaca bisa memberikan nilai positip bagi mereka.
Pertanyaan anak-anak saya juga berbeda dengan pertanyaan saya ketika masih kecil dulu. Ega, putra pertama kami, pernah bertanya mengapa orang-orang yang terlibat dalam terorisme selalu orang yang berpenampilan alim, guru mengaji, orang dari pesantren dan istrinya selalu bercadar. Pertanyaan yang sempat membuat saya terdiam dan harus berpikir dahulu sebelum menjawabnya. Agar tidak menimbulkan kebingungan bagi Ega.
Si Adek yang masih sekolah di TK juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengejutkan, ketika dalam sebuah perjalanan, Adek bertanya mengapa matahari mengikuti kita, atau bertanya, mengapa Valentino Rossi bisa menang, mengapa harus ada cewek-cewek cantik membawa payung pada balapan MotoGP dan banyak pertanyaan lain yang rasanya tidak mungkin untuk anak berumur 5 tahun.
Masih ingat khan pada sebuah iklan produk susu untuk anak, dimana anak bertanya kepada ibunya, Tomat itu buah atau sayur, sang ibu hanya tersenyum masam, bingung harus menjawab apa.
Banyak manfaat yang didapat dari membaca, bahkan Rasulullah SAW diawal kerasulannya, menerima wahyu pertama dengan perintah membaca.
Dengan membaca setiap kata demi kata yang ada didalam sebuah buku akan merangsang otak kita untuk bekerja dan tetap aktif, membaca melatih diri kita untuk memusatkan pikiran. Bahkan ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa dengan membaca bisa mencegah kita dari penyakit pikun.
Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni dalam buku fenomenalnya ”La-Tahzan” mengungkapkan manfaat membaca antara lain, bisa menghilangkan keresahan dan kegundahan, menghalagi kita dari kebodohan karena buku memberikan kita banyak ilmu dan pengetahuan, membaca membuat kita sibuk dan menghindarkan kita dari melakukan hal-hal yang tidak penting, membaca juga membuat kita luwes dan fasih dalam bertutur kata.
Semakin jauh saya menulis posting ini, semakin saya menyadari bahwa untuk menjadi perpustakaan yang hebat bagi anak-anak saya, maka saya harus semakin banyak membaca.
Agar saya tidak ragu dan malu untuk berkata : ” Saya adalah perpustakaan pertama bagi anak-anak saya”
Read More..
Iklan ini merupakan sebagian upaya dari kampanye yang di lakukan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk memberdayakan peran orang tua dan lingkungan rumah dalam mendorong minat baca anak sedini mungkin.
Sebagai seorang Ibu, jujur saya sempat merasa ge-er, kenapa yang dipilih adalah Ibu, bukan Ayah. Khan bisa saja dipakai kalimat Ayahku Perpustakaan Pertamaku. Dipilihnya Ibu sebagai thema kampanye tadi, pastinya dikarenakan peran seorang ibu yang punya porsi lebih besar dalam kehidupan anak. Sejak masih didalam rahim hingga lahir dan seorang anak tumbuh menjadi remaja dan akhirnya dewasa.
Setelah berpikir lebih lama, rasa ge-er hilang, menjadi sebuah ”perpustakaan pertama” untuk anak, adalah tugas menyenangkan dan sekaligus berat yang menuntut tanggung jawab. Apalagi jika saya ingin diri saya ini menjadi sebuah perpustakaan yang menyediakan banyak buku yang menarik, yang bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan, mampu menjawab semua pertanyaan dan menjadi tempat yang paling disukai anak-anak saya.
Membayangkan ibu sebagai perpustakaan pertama, saya ingat ibu saya, perempuan tangguh tetapi lembut hati yang sampai saat ini masih aktif mengajar di sebuah Sekolah Dasar, beliau memang benar-benar telah menjadi perpustakaan pertama bagi saya. Berhubungan dengan kesenangan membaca, maka beliau menjadi contoh, beliau membacakan buku cerita sebelum kami tidur, waktu-waktu luang Beliau selalu dipergunakan untuk membaca, beliau juga menjadi guru mengaji pertama bagi saya dan dulu Beliau menjadi tempat pertama untuk saya bertanya tentang sesuatu
Saya ingat ketika masih kelas 3 SD, saya membaca sebuah buku bergambar tentang Surga dan Neraka. Sepertinya jiwa kanak-kanak saya agak terguncang dengan penjelasan yang ada didalam buku itu, bingung, takut dan sulit memahami. Waktu itu Ibu saya yang menjelaskan dengan baik semua pertanyaan saya tentang Surga dan Neraka
Sekarang ketika saya menjadi seorang ibu dengan dua orang putra berusia 15 tahun dan 5 tahun, sepertinya tantangannya menjadi lebih besar, selain menumbuhkan minat baca mereka, tersedianya media baca yang beragam juga menjadi tantangan, membaca tidak hanya bisa dilakukan dari buku, majalah, koran dan media cetak lainnya, tetapi anak-anak bisa langsung membaca dari media yang lain, seperti internet. Diperlukan perhatian lebih dalam mengawasi dan mengarahkan agar informasi dan semua hal yang dibaca bisa memberikan nilai positip bagi mereka.
Pertanyaan anak-anak saya juga berbeda dengan pertanyaan saya ketika masih kecil dulu. Ega, putra pertama kami, pernah bertanya mengapa orang-orang yang terlibat dalam terorisme selalu orang yang berpenampilan alim, guru mengaji, orang dari pesantren dan istrinya selalu bercadar. Pertanyaan yang sempat membuat saya terdiam dan harus berpikir dahulu sebelum menjawabnya. Agar tidak menimbulkan kebingungan bagi Ega.
Si Adek yang masih sekolah di TK juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengejutkan, ketika dalam sebuah perjalanan, Adek bertanya mengapa matahari mengikuti kita, atau bertanya, mengapa Valentino Rossi bisa menang, mengapa harus ada cewek-cewek cantik membawa payung pada balapan MotoGP dan banyak pertanyaan lain yang rasanya tidak mungkin untuk anak berumur 5 tahun.
Masih ingat khan pada sebuah iklan produk susu untuk anak, dimana anak bertanya kepada ibunya, Tomat itu buah atau sayur, sang ibu hanya tersenyum masam, bingung harus menjawab apa.
Banyak manfaat yang didapat dari membaca, bahkan Rasulullah SAW diawal kerasulannya, menerima wahyu pertama dengan perintah membaca.
Dengan membaca setiap kata demi kata yang ada didalam sebuah buku akan merangsang otak kita untuk bekerja dan tetap aktif, membaca melatih diri kita untuk memusatkan pikiran. Bahkan ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa dengan membaca bisa mencegah kita dari penyakit pikun.
Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni dalam buku fenomenalnya ”La-Tahzan” mengungkapkan manfaat membaca antara lain, bisa menghilangkan keresahan dan kegundahan, menghalagi kita dari kebodohan karena buku memberikan kita banyak ilmu dan pengetahuan, membaca membuat kita sibuk dan menghindarkan kita dari melakukan hal-hal yang tidak penting, membaca juga membuat kita luwes dan fasih dalam bertutur kata.
Semakin jauh saya menulis posting ini, semakin saya menyadari bahwa untuk menjadi perpustakaan yang hebat bagi anak-anak saya, maka saya harus semakin banyak membaca.
Agar saya tidak ragu dan malu untuk berkata : ” Saya adalah perpustakaan pertama bagi anak-anak saya”
Read More..
Minggu, 11 Oktober 2009
Sholu'alan Nabi...Sholu'alan Nabi
Pemenang 4-th IBSN Blog Award telah ditetapkan, yaitu Mas Hendra Fahrul Rozy, pada blog Sebuah Perenungan, dengan tulisan berjudul, IBSN:Mencintai Nabi Muhammad. Untuk dua pemenang lain yang terpilih untuk katagori Favorite Article dan Lucky Blogger bisa dilihat langsung disini.
Membaca posting ini sangat menyentuh hati saya, terasa basah seluruh jiwa dengan himbauan yang menyejukkan. Apalagi pic yang dipasang pada posting ini adalah Masjid Rasulullah, Masjidil Nabawi di Madinah Al Munawaroh.
Tulisan yang mengingkatkan kita tentang Yang Mulia Baginda Rasullulah Salallahu’alaihiwassalaam, sebagai Manusia Sempurna yang seharusnya menjadi contoh tauladan dan idola yang dikagumi, dicintai dan dirindukan dalam kehidupan kita. Bentuk rasa kagum dan kecintaan kepada Rasulullah yang paling mudah kita lakukan adalah dengan menyampaikan Sholawat dan Salam kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam.
Dalam sebuah kesempatan berkomunikasi dengan Pak Rozi, karena saya harus menjalankan tugas saya sebagai anggota Tim IBSN, sempat saya sampaikan bahwa saya mempunyai pengalaman menarik yang berhubungan dengan Sholawat kepada Rasullulah. Dan Pak Rozy meminta saya untuk menceritakan pengalaman tersebut dalam bentuk posting.
Pada posting kali ini saya ingin membagi pengalaman, ketika saya dan suami melaksanakan ibadah haji tiga tahun yang lalu.
Kisahnya dimulai ketika kami berada di Kota Mekkah, saat itu kami telah selesai menjalankan Tawaf Ifadah, setelah sebelumnya melaksanakan Wukuf di Padang Arafah dan Melontar Jumrah di Mina. Tepatnya adalah satu minggu menjelang kepulangan kami ke tanah air.
Karena ada pengumuman dari Ketua Kloter kepada semua jamaah untuk mempersiapkan barang-barang yang ingin dikirim ke Indonesia via kargo swasta dengan tarif yang agak murah.
Suami mengatakan kemungkinan besar kami tidak bisa melaksanakan Shalat Ashar di Masjidil Haram karena penimbangan barang akan dilakukan ba’da Dzuhur.
Walaupun dengan berat hati, karena biasanya setelah Dzuhur di Masjidil Haram, kami pulang untuk makan siang setelah itu kembali lagi ke Masjid sebelum waktu Ashar untuk melaksanakan Ashar dan i’tikaf di Masjidil Haram sampai waktu Maghrib dan Isya. Tapi terpaksa ikhlas, karena jamaah yang banyak dan urusan kargo bisa sampai beberapa jam. Hari itu kami melaksanakan Sholat Ashar disebuah masjid yang berada dekat dengan makhtab kami.
Lima belas menit menjelang waktu Magrib, entah mengapa tiba-tiba hati saya terasa tidak nyaman, saya memandang kepada Suami dan saya tahu kami merasakan hal yang sama. Sisa waktu kami di Kota Mekkah hanya tinggal beberapa hari lagi, sayang sekali rasanya jika tidak melaksanakan sholat di Masjidil Haram, entah kapan kami bisa punya kesempatan lagi untuk kembali ke Mekkah.
Akhirnya saya dan suami sepakat untuk segera berangkat ke Masjidil Haram, walaupun waktu Sholat Maghrib tinggal sedikit lagi. Bersama seorang teman, kami bertiga memilih untuk berangkat memakai taksi, tanpa banyak menawar kepada Pak Supir, setuju biayanya 10 Riyal, termasuk mahal untuk keadaan biasa.
Dengan bahasa Arab sekedarnya saya berkata kepada Bapak Tua yang menjadi supir ”..... Abi, Harom..Maghrabi..Maghrabi” maksudnya agar Pak Supir bisa mengantar kami ke Masjidil Haram dan bisa sampai sebelum tiba waktu Maghrib.
Tapi hanya sekitar beberapa menit, di persimpangan Jabal Al-Ka’bah Street, taksi yang kami tumpangi beriringan dengan sebuah mobil, entah mengapa tiba-tiba mobil tersebut, yang seingat saya adalah sebuah sedan mewah warna silver berhenti tepat disisi kiri depan taksi. Seorang pria berumur 30-an turun dari mobil dan menghampiri Pak Supir.
Pria muda itu berteriak-teriak marah dalam bahasa Arab yang dibalas dengan teriakan juga oleh supir taksi. Saling menunjuk kearah mobil masing-masing dengan penuh emosi. Jalan yang memang padat dengan kendaraan dan pejalan kaki yang sedang menuju masjid semakin macet karena kejadian ini. Sementara kedua orang yang sedang marah itu tidak juga berhenti saling berteriak sampai wajah mereka berdua hanya satu jengkal jaraknya.
Kami bertiga yang berada didalam taksi sangat ketakutan, tidak tahu harus berbuat apa, saya kalut, mengingat waktu maghrib sudah semakin dekat ditambah lagi dengan kejadian seperti itu, didalam hati saya khawatir jika mereka berdua sampai adu jotos dan ditangkap oleh polisi Kota Mekkah, pasti masalahnya akan bertambah rumit.
Dalam kekalutan itu, sambil berdoa dan beristighfar, tiba-tiba saya teringat sesuatu, ketika membaca novel ”Ayat-Ayat Cinta, karangan Habiburrahman El Shirazhi” dituliskan bahwa jika orang-orang arab dalam keadaan marah atau jika ingin melerai mereka yang bertengkar maka ajaklah mereka ber-Sholawat.
Saya yang kebetulan duduk tepat dibelakang Pak Supir, walaupun sangat ketakutan, mendekatkan kepala kearah Pak Supir dan berbisik pelan, ”....Abi...Sholu’alan Nabi, Sholu’alan Nabi” hanya sekali saya mengatakannya, tiba-tiba Pak Supir bersholawat dengan suara keras, kemudian melihat kearah pria yang berada disebelah luar pintu mobil dan menunjuk kearah kami, entah apa yang diucapkannya, tapi kami paham bahwa Pak Supir menjelaskan ingin mengantar kami ke Masjidil Haram.
Seperti disihir, pria muda yang sebelumnya masih berteriak marah dengan wajah memerah, seketika bersholawat sambil meletakkan telapak tangannya ke dada, berusaha meredakan amarahnya, sesaat kemudian wajahnya kelihatan tenang dan akhirnya kembali ke mobilnya.
Kamipun kembali melanjutkan perjalanan, tetapi taksi yang kami tumpangi akhirnya harus berhenti karena jalan yang penuh sesak dengan jamaah haji yang akan berangkat ke Majidil Haram.
Alhamdulilah, hari itu kami bisa melaksanakan sholat maghrib berjamaah mengikuti Imam Masjidil Haram tetapi tidak berada di masjid bahkan tanpa melihat masjid, karena jutaan jamaah haji yang sholat berjamaah mampu membuat shaf-shaf hingga ratusan meter dari halaman luar masjid.
Semoga pengalaman ini bisa berguna bagi kita semua dan semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam, serta terus menghidupkan kebiasaan untuk bersholawat kepada Beliau. Amin Allahuma Amiin.
Read More..
Membaca posting ini sangat menyentuh hati saya, terasa basah seluruh jiwa dengan himbauan yang menyejukkan. Apalagi pic yang dipasang pada posting ini adalah Masjid Rasulullah, Masjidil Nabawi di Madinah Al Munawaroh.
Tulisan yang mengingkatkan kita tentang Yang Mulia Baginda Rasullulah Salallahu’alaihiwassalaam, sebagai Manusia Sempurna yang seharusnya menjadi contoh tauladan dan idola yang dikagumi, dicintai dan dirindukan dalam kehidupan kita. Bentuk rasa kagum dan kecintaan kepada Rasulullah yang paling mudah kita lakukan adalah dengan menyampaikan Sholawat dan Salam kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam.
Dalam sebuah kesempatan berkomunikasi dengan Pak Rozi, karena saya harus menjalankan tugas saya sebagai anggota Tim IBSN, sempat saya sampaikan bahwa saya mempunyai pengalaman menarik yang berhubungan dengan Sholawat kepada Rasullulah. Dan Pak Rozy meminta saya untuk menceritakan pengalaman tersebut dalam bentuk posting.
Pada posting kali ini saya ingin membagi pengalaman, ketika saya dan suami melaksanakan ibadah haji tiga tahun yang lalu.
Kisahnya dimulai ketika kami berada di Kota Mekkah, saat itu kami telah selesai menjalankan Tawaf Ifadah, setelah sebelumnya melaksanakan Wukuf di Padang Arafah dan Melontar Jumrah di Mina. Tepatnya adalah satu minggu menjelang kepulangan kami ke tanah air.
Karena ada pengumuman dari Ketua Kloter kepada semua jamaah untuk mempersiapkan barang-barang yang ingin dikirim ke Indonesia via kargo swasta dengan tarif yang agak murah.
Suami mengatakan kemungkinan besar kami tidak bisa melaksanakan Shalat Ashar di Masjidil Haram karena penimbangan barang akan dilakukan ba’da Dzuhur.
Walaupun dengan berat hati, karena biasanya setelah Dzuhur di Masjidil Haram, kami pulang untuk makan siang setelah itu kembali lagi ke Masjid sebelum waktu Ashar untuk melaksanakan Ashar dan i’tikaf di Masjidil Haram sampai waktu Maghrib dan Isya. Tapi terpaksa ikhlas, karena jamaah yang banyak dan urusan kargo bisa sampai beberapa jam. Hari itu kami melaksanakan Sholat Ashar disebuah masjid yang berada dekat dengan makhtab kami.
Lima belas menit menjelang waktu Magrib, entah mengapa tiba-tiba hati saya terasa tidak nyaman, saya memandang kepada Suami dan saya tahu kami merasakan hal yang sama. Sisa waktu kami di Kota Mekkah hanya tinggal beberapa hari lagi, sayang sekali rasanya jika tidak melaksanakan sholat di Masjidil Haram, entah kapan kami bisa punya kesempatan lagi untuk kembali ke Mekkah.
Akhirnya saya dan suami sepakat untuk segera berangkat ke Masjidil Haram, walaupun waktu Sholat Maghrib tinggal sedikit lagi. Bersama seorang teman, kami bertiga memilih untuk berangkat memakai taksi, tanpa banyak menawar kepada Pak Supir, setuju biayanya 10 Riyal, termasuk mahal untuk keadaan biasa.
Dengan bahasa Arab sekedarnya saya berkata kepada Bapak Tua yang menjadi supir ”..... Abi, Harom..Maghrabi..Maghrabi” maksudnya agar Pak Supir bisa mengantar kami ke Masjidil Haram dan bisa sampai sebelum tiba waktu Maghrib.
Tapi hanya sekitar beberapa menit, di persimpangan Jabal Al-Ka’bah Street, taksi yang kami tumpangi beriringan dengan sebuah mobil, entah mengapa tiba-tiba mobil tersebut, yang seingat saya adalah sebuah sedan mewah warna silver berhenti tepat disisi kiri depan taksi. Seorang pria berumur 30-an turun dari mobil dan menghampiri Pak Supir.
Pria muda itu berteriak-teriak marah dalam bahasa Arab yang dibalas dengan teriakan juga oleh supir taksi. Saling menunjuk kearah mobil masing-masing dengan penuh emosi. Jalan yang memang padat dengan kendaraan dan pejalan kaki yang sedang menuju masjid semakin macet karena kejadian ini. Sementara kedua orang yang sedang marah itu tidak juga berhenti saling berteriak sampai wajah mereka berdua hanya satu jengkal jaraknya.
Kami bertiga yang berada didalam taksi sangat ketakutan, tidak tahu harus berbuat apa, saya kalut, mengingat waktu maghrib sudah semakin dekat ditambah lagi dengan kejadian seperti itu, didalam hati saya khawatir jika mereka berdua sampai adu jotos dan ditangkap oleh polisi Kota Mekkah, pasti masalahnya akan bertambah rumit.
Dalam kekalutan itu, sambil berdoa dan beristighfar, tiba-tiba saya teringat sesuatu, ketika membaca novel ”Ayat-Ayat Cinta, karangan Habiburrahman El Shirazhi” dituliskan bahwa jika orang-orang arab dalam keadaan marah atau jika ingin melerai mereka yang bertengkar maka ajaklah mereka ber-Sholawat.
Saya yang kebetulan duduk tepat dibelakang Pak Supir, walaupun sangat ketakutan, mendekatkan kepala kearah Pak Supir dan berbisik pelan, ”....Abi...Sholu’alan Nabi, Sholu’alan Nabi” hanya sekali saya mengatakannya, tiba-tiba Pak Supir bersholawat dengan suara keras, kemudian melihat kearah pria yang berada disebelah luar pintu mobil dan menunjuk kearah kami, entah apa yang diucapkannya, tapi kami paham bahwa Pak Supir menjelaskan ingin mengantar kami ke Masjidil Haram.
Seperti disihir, pria muda yang sebelumnya masih berteriak marah dengan wajah memerah, seketika bersholawat sambil meletakkan telapak tangannya ke dada, berusaha meredakan amarahnya, sesaat kemudian wajahnya kelihatan tenang dan akhirnya kembali ke mobilnya.
Kamipun kembali melanjutkan perjalanan, tetapi taksi yang kami tumpangi akhirnya harus berhenti karena jalan yang penuh sesak dengan jamaah haji yang akan berangkat ke Majidil Haram.
Alhamdulilah, hari itu kami bisa melaksanakan sholat maghrib berjamaah mengikuti Imam Masjidil Haram tetapi tidak berada di masjid bahkan tanpa melihat masjid, karena jutaan jamaah haji yang sholat berjamaah mampu membuat shaf-shaf hingga ratusan meter dari halaman luar masjid.
Semoga pengalaman ini bisa berguna bagi kita semua dan semakin menambah kecintaan kita kepada Rasulullah Salallahu’alaihiwassalaam, serta terus menghidupkan kebiasaan untuk bersholawat kepada Beliau. Amin Allahuma Amiin.
Read More..
Kamis, 01 Oktober 2009
Duka Kami Untuk Tanah Gadang
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid : 22)
Kami sekeluarga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk Saudara-Saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumatera Barat.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran serta ketabahan hati dalam menghadapi musibah ini.
“Sesungguhnya besarnya balasan sesuai besarnya ujian. Dan Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka diuji. Siapa yang ridha, maka Allah juga ridha, dan siapa yang benci, maka Allah juga benci”(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) Read More..
Kami sekeluarga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk Saudara-Saudara kita yang menjadi korban gempa di Sumatera Barat.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran serta ketabahan hati dalam menghadapi musibah ini.
“Sesungguhnya besarnya balasan sesuai besarnya ujian. Dan Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka diuji. Siapa yang ridha, maka Allah juga ridha, dan siapa yang benci, maka Allah juga benci”(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) Read More..
Sabtu, 26 September 2009
Pasopati Award & The Hottest Female Blogger Award
Ada dua awards yang diterima oleh Beranda Hati beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah hari ini saya punya kesempatan untuk duduk tenang mengerjakannya.
Award yang pertama dari Bang Aji, blogger cilik yang masih dibantu oleh Sang Papi kalau bikin posting. Pasti Bang Aji tinggal terima beres posting yang berisi poto dan kegiatan Bang Aji sehari-hari …hehehe…. asyikknya punya Papi yang baik.
Awardnya dinamai PASOPATI

Selain untuk penghargaan kepada sesama sahabat blogger, award ini juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan backlink blog. Untuk itu ada tugas yang harus saya kerjakan, yang petunjuknya seperti ini :
Para sahabat yang menerima Award ini diharapkan untuk membagikan kembali Award ini kepada 10 (sepuluh) orang temannya. Dan selanjutnya si penerima juga harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau link sahabat dan langsung mengunjungi 10 orang di bawah ini:
1. Ifoell-Blog Anak Bangsa
2. Babeh
3. Babesajabu
4. Dinoyudha
5. Abdul Cholik
6. Kolojengking
7. perigitua
8. diah pramesti
9. Bang Aji
10. Beranda Hati
Selanjutnya saya harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar diatas dan memasukkan link Beranda Hati ke posisi 10.
Bagaimana proses ini bisa meningkatkan backlink dari blog kita, perhitungannya kurang lebih seperti ini…….. seperti MLM ya hehehe…
Ketika kamu pada posisi 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink = 15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125
Selanjutnya award Pasopati ini akan saya persembahkan kepada sahabat-sahabat yang lain, yaitu :
1.Gavinoz
2.Mas Boyke Satria Negara
3.Mas Adhi Jagania Karomu
4.Pak Qosim
5.Kang Azeez
6.Mbak Inuel
7.Emerzet 615
8.Anak Tenggarong Ngeblog
9.Rusak Parah
Untuk para sahabat yang telah dipilih semoga bisa menerimanya dengan ikhlas, karena saya tahu, tidak semua blogger menyukai dan punya pendapat sama tentang award :) dan untuk itu tidak ada paksaan kepada sahabat semua untuk melakukan posting yang sama.
The Hottest Female Blogger Award
Award yang kedua dari Mbak Tisti Rabbani, award ini super keren dan special karena memang khusus untuk female blogger saja.
Ini dia Award nya :

Kepada penerima award mesti ada tugas …seperti biasa…
1.Banner award tidak boleh dirubah, warna, tulisan termasuk signature kecuali me resize banner
2.Menuliskan nama dan url pemberi award kemudian jangan lupa di hyperlink url ke awardnya
3.Kemudian pilih 10 ( duuh Mbak Tisti kayaknya ga sampai 10 nih saya ngerjainnya…gpp ya Mbak …*ngarep-ngarep diampuni sambil menyesali diri, kenapa ga punya temen cewek yang banyak…hehehe) kemudian memberikan alasan kenapa mereka mendapatkan award ini
Ini dia The Hottest Female Blogger, pilihan saya :
1.Dida
2.Kidung Jingga
3.Javanese
4.Mbak Yani
5.Jeng Sri
6.Lata
Kenapa mereka yang saya pilih?? Menurut saya karena mereka membanggakan. Karena mereka WANITA yang juga SUKA MENULIS seperti saya, diantara mereka adalah WANITA BEKERJA dan juga seorang IBU, dan mereka punya style sendiri untuk menunjukkan eksistensi mereka, bagi saya itu Mengagumkan. Emang Hottest lah pokoknya hehehe..
4.Tugas selanjutnya adalah :
•Buka search engine Google
•Tulis nama kamu dilanjutkan dengan kata “need” misalnya : lina needs… terus klik “search”
•Tuliskan 10 hasil pertama yang muncul dihalaman itu
Saya sudah kerjakan dan ini hasilnya :
Award yang pertama dari Bang Aji, blogger cilik yang masih dibantu oleh Sang Papi kalau bikin posting. Pasti Bang Aji tinggal terima beres posting yang berisi poto dan kegiatan Bang Aji sehari-hari …hehehe…. asyikknya punya Papi yang baik.
Awardnya dinamai PASOPATI

Selain untuk penghargaan kepada sesama sahabat blogger, award ini juga berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan backlink blog. Untuk itu ada tugas yang harus saya kerjakan, yang petunjuknya seperti ini :
Para sahabat yang menerima Award ini diharapkan untuk membagikan kembali Award ini kepada 10 (sepuluh) orang temannya. Dan selanjutnya si penerima juga harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau link sahabat dan langsung mengunjungi 10 orang di bawah ini:
1. Ifoell-Blog Anak Bangsa
2. Babeh
3. Babesajabu
4. Dinoyudha
5. Abdul Cholik
6. Kolojengking
7. perigitua
8. diah pramesti
9. Bang Aji
10. Beranda Hati
Selanjutnya saya harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar diatas dan memasukkan link Beranda Hati ke posisi 10.
Bagaimana proses ini bisa meningkatkan backlink dari blog kita, perhitungannya kurang lebih seperti ini…….. seperti MLM ya hehehe…
Ketika kamu pada posisi 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink = 15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125
Selanjutnya award Pasopati ini akan saya persembahkan kepada sahabat-sahabat yang lain, yaitu :
1.Gavinoz
2.Mas Boyke Satria Negara
3.Mas Adhi Jagania Karomu
4.Pak Qosim
5.Kang Azeez
6.Mbak Inuel
7.Emerzet 615
8.Anak Tenggarong Ngeblog
9.Rusak Parah
Untuk para sahabat yang telah dipilih semoga bisa menerimanya dengan ikhlas, karena saya tahu, tidak semua blogger menyukai dan punya pendapat sama tentang award :) dan untuk itu tidak ada paksaan kepada sahabat semua untuk melakukan posting yang sama.
The Hottest Female Blogger Award
Award yang kedua dari Mbak Tisti Rabbani, award ini super keren dan special karena memang khusus untuk female blogger saja.
Ini dia Award nya :

Kepada penerima award mesti ada tugas …seperti biasa…
1.Banner award tidak boleh dirubah, warna, tulisan termasuk signature kecuali me resize banner
2.Menuliskan nama dan url pemberi award kemudian jangan lupa di hyperlink url ke awardnya
3.Kemudian pilih 10 ( duuh Mbak Tisti kayaknya ga sampai 10 nih saya ngerjainnya…gpp ya Mbak …*ngarep-ngarep diampuni sambil menyesali diri, kenapa ga punya temen cewek yang banyak…hehehe) kemudian memberikan alasan kenapa mereka mendapatkan award ini
Ini dia The Hottest Female Blogger, pilihan saya :
1.Dida
2.Kidung Jingga
3.Javanese
4.Mbak Yani
5.Jeng Sri
6.Lata
Kenapa mereka yang saya pilih?? Menurut saya karena mereka membanggakan. Karena mereka WANITA yang juga SUKA MENULIS seperti saya, diantara mereka adalah WANITA BEKERJA dan juga seorang IBU, dan mereka punya style sendiri untuk menunjukkan eksistensi mereka, bagi saya itu Mengagumkan. Emang Hottest lah pokoknya hehehe..
4.Tugas selanjutnya adalah :
•Buka search engine Google
•Tulis nama kamu dilanjutkan dengan kata “need” misalnya : lina needs… terus klik “search”
•Tuliskan 10 hasil pertama yang muncul dihalaman itu
Saya sudah kerjakan dan ini hasilnya :
- Lina needs shoulder to lean on…….. (hehehe…satu aja cukup ah...)
- Lina needs direction - in life, in work, in relationships…(pastinya...klo ga punya arah dan tujuan..ngapain hidup…)
- Lina : needs vacashe…….(bingung artinya apa…ada yang tau ga??)
- Lina needs to get glassed..( hehe kalo ini bener…setelah glasses yg dulu saya pensiunkan karena bikin ribet kalau dipakai…sepertinya sekarang mesti pake lagi)
- Lina needs some health to survive….(klo ini sihh lagi main DotA hehe)
- Lina needs to comes out with another album.....(wooow bayangin saya punya album..hihi album photo kali ahh..)
- Lina needs a loan of 1000 PEN so she can repair her car's engine…(PEN apaan yaa?? Sepertinya masih di area games…)
- Lina needs and want…….. (woow jangan ditanya…bisa panjang daftarnya ;)
- Lina should need to get to Hadassah hospital urgently in the middle of the night……..( hmm speertinya ini cerita ttg Lina yang lagi sakit yaa
- LINA will need six volunteers for its Defibrillator Team…..kalau yg ini LINA sebuah organisasi-Little Itali Neighbors Association... ;))
Alhamdulillah... Akhirnya tugas award selesai…
Read More..
Langgan:
Entri (Atom)


