Bulan Juni kemarin, pastinya menjadi bulan paling tidak produktip bagi Beranda Hati. Ada banyak hal yang menyita perhatian dan pikiran, membuat perenungan-perenungan hati hanya hadir pada batas perenungan saja, tidak pernah berakhir menjadi sebuah tulisan. Fokus pada sebuah pencapaian, target, pertumbuhan, percepatan dan semua hal yang memperlihatkan sebuah pergerakan ke nilai-nilai positip.
Atau mungkin juga perenungan tidak pernah terselesaikan, karena saraf-saraf otak bekerja ekstra cepat, tidak bisa berlama-lama merenung. Waktu berputar, detik ke menit berganti jam kemudian menjadi untaian hari-hari, semua menggelinding tak bisa berhenti.
Seperti kembali dari sebuah keterasingan....mungkin begitulah tepatnya.
Jika orang lain berkata, pada saat seperti itu hati akan kehilangan kepekaannya, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Ketika sang waktu melesat, energi potensial tubuh yang kemudian dipacu oleh kecepatan neurotransmitter di otak merubahnya menjadi energi kinetik selanjutnya bersinergi dengan variabel-variabel eksternal, simpul-simpul saraf berpendar menjadikan setiap bagian hingga yang terkecil menjadi sebuah sistem terkoordinir.
Di saat itulah hati justru mencapai tingkat kepekaan pada level tertinggi. Perenungan itu mengendap dalam tempat yang tak pernah terukur ruangnya dan tak mungkin terhitung waktunya. Berproses meski sepertinya diam dan jika dituliskan akan menjadi ribuan halaman.
Hidup kadang menghadapkan kita pada banyak pilihan, kebaikan dan kebenaran atau buruk dan kejahatan. Semua berujung pada kesadaran bahwa segalanya bergerak teratur. Keseimbangan itu ada dan berwujud jelas, tertangkap dalam jarak pandang sempurna bahkan bisa tergapai oleh tangan lahiriah kita. Sulitkah untuk menyadarinya? Hanya diperlukan kerendahan hati untuk mengakuinya dan kembalilah ke titik nol.
Membuat setiap gerak dan hembus napas kita menjadi bernilai memang tidak mudah, tapi jika setiap saat hati kita berada di titik nol maka semua akan terasa ringan.
Semoga!
Untuk Tiga Cinta tercinta, untuk sahabat-sahabat terbaik saya di IBSN dan sahabat-sahabat di Beranda Hati yang telah mewarnai setiap tempat yang belum berwarna.







